Gamabar wali kota medan saat meninjau banjir
Radarkriminal.online
Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas akhirnya buka suara terkait polemik anggaran festival akhir tahun senilai Rp1,2 miliar yang sempat menuai sorotan publik di tengah situasi bencana banjir yang melanda Kota Medan.
Rico memastikan kegiatan yang dirancang Dinas Pariwisata Kota Medan tersebut resmi dibatalkan dan anggarannya tidak digunakan. Dana itu akan masuk ke dalam Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
“Nanti kita cek, intinya adalah kita tidak melaksanakan acara tersebut. Tentunya menjadi SiLPA,” ujar Rico kepada wartawan di teras Irian Supermarket, Jalan Karya, Medan Barat, Kamis (18/12/2025).
Rico menegaskan, anggaran tersebut seharusnya dialihkan untuk kepentingan masyarakat. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci ke mana arah pemanfaatan dana tersebut ke depan.
“Tapi pemanfaatannya harus menjadi pemanfaatan yang baik untuk masyarakat,” ucapnya singkat.
Saat ditanya apakah anggaran Rp1,2 miliar itu akan dialokasikan untuk pemulihan infrastruktur pascabanjir—yang hingga kini masih menyisakan kerusakan jalan dan fasilitas umum—Rico tidak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menyebut perbaikan infrastruktur akan tetap dilakukan.
“Ini skala menyeluruh. Mana yang terkena dampak banjir, jalan terangkat, aspal rusak, tidak mungkin dibiarkan. Ini akan tetap diperbaiki,” katanya.
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan lanjutan di tengah publik, terkait kejelasan arah pemanfaatan anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk festival akhir tahun.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Odi Anggia Batubara mengakui bahwa kegiatan festival akhir tahun dengan anggaran sekitar Rp1 miliar lebih tersebut batal dilaksanakan.
“Anggarannya tidak dipakai, jadi acara ini batal,” ujar Odi, Selasa (16/12/2025).
Menurut Odi, pembatalan dilakukan karena situasi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra, termasuk Kota Medan. Ia menyebut penggunaan istilah “festival” memicu reaksi negatif dari masyarakat.
“Karena judulnya festival dan itu tidak bisa diganti, jadi menimbulkan persepsi negatif. Padahal kegiatannya sudah kita ubah jadi charity, doa dan zikir bersama,” katanya.
0 Komentar