Paguyuban Satrio Singo Lodayah Utamakan Kekeluargaan dalam Peringatan Ulang Tahun Dewan Penasehat Perempuan

Breaking News

Paguyuban Satrio Singo Lodayah Utamakan Kekeluargaan dalam Peringatan Ulang Tahun Dewan Penasehat Perempuan


Paguyuban Satrio Singo Lodayah Utamakan Kekeluargaan dalam Peringatan Ulang Tahun Dewan Penasehat Perempuan

MEDAN – Paguyuban seni jaranan Satrio Singo Lodayah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedepankan nilai kekeluargaan dan silaturahmi antar seniman jaranan di Kota Medan. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan peringatan ulang tahun Dewan Penasehat Bidang Perempuan yang digelar pada Minggu 18 Januari 2026, di Sanggar Satrio Singo Lodayah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Jalan Straban, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, dan dihadiri oleh pengurus, anggota paguyuban, serta keluarga besar Satrio Singo Lodayah. Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan kuatnya ikatan kekeluargaan di dalam paguyuban.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus paguyuban menyampaikan bahwa peringatan ulang tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi antaranggota. Nilai kebersamaan dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga soliditas paguyuban seni jaranan.
Ketua Paguyuban Satrio Singo Lodayah menegaskan bahwa peran perempuan dalam paguyuban memiliki posisi strategis, baik dalam pelestarian seni jaranan maupun dalam menjaga keharmonisan internal organisasi. Oleh karena itu, penghargaan terhadap Dewan Penasehat Bidang Perempuan menjadi bagian penting dari budaya paguyuban.
Acara tersebut juga diisi dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai bentuk rasa syukur. Para seniman jaranan yang hadir memanfaatkan momen tersebut untuk saling bertukar pandangan, memperkuat komunikasi, dan mempererat rasa persaudaraan.
Keberadaan Paguyuban Satrio Singo Lodayah yang mengutamakan nilai kekeluargaan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan seniman jaranan di Kota Medan. Pendekatan kekeluargaan dinilai mampu menciptakan suasana yang kondusif dan meminimalisir potensi konflik di internal paguyuban.
Melalui kegiatan ini, Paguyuban Satrio Singo Lodayah berharap dapat terus menjadi contoh bagi paguyuban seni lainnya di Kota Medan. Dengan menjunjung tinggi nilai silaturahmi dan kebersamaan, seni jaranan diharapkan tetap lestari dan semakin diterima oleh masyarakat luas.( redaksi)

0 Komentar

© Copyright 2022 - Radar Kriminal