Kaloborasi Kuda Lumping Satrio Singo Lodayah dan Sapu Jagad Menghibur Warga dari Anak hingga Dewasa

Breaking News

Kaloborasi Kuda Lumping Satrio Singo Lodayah dan Sapu Jagad Menghibur Warga dari Anak hingga Dewasa

(Atusias warga di jalan karya perbatasan Kec Medan johor si sanggar sapu jagad)

Kaloborasi Kuda Lumping Satrio Singo Lodayah dan Sapu Jagad Menghibur Warga dari Anak hingga Dewasa
Radarkriminal.online
Medan
Pagelaran seni tradisional kuda lumping hasil kaloborasi Paguyuban Satrio Singo Lodayah dan Sapu Jagad sukses menghibur warga. Pertunjukan yang  di adakan pada  hari minggu tanggal 11 januari beralamat jalan karya perbatsan  sanggar sapu jagad  kecamatan medan johor tersebut menarik perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sejak sore hari, warga terlihat mulai berdatangan dan memadati area pertunjukan. Antusiasme penonton semakin meningkat ketika alunan musik tradisional mulai dimainkan, menandai dimulainya pagelaran seni kuda lumping yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal.
Pertunjukan kuda lumping disajikan dengan penuh semangat oleh para penari yang menampilkan gerakan atraktif dan dinamis. Kaloborasi dua paguyuban ini menghadirkan variasi atraksi yang memukau, sehingga penonton tampak terpukau dan menikmati setiap rangkaian acara.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga terlihat antusias menyaksikan pertunjukan dari barisan depan. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa, mencerminkan kuatnya ikatan sosial masyarakat dalam melestarikan seni tradisional daerah.
Ketua Paguyuban Satrio Singo Lodayah bernama  Muchlis menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga eksistensi seni kuda lumping agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus digelar secara rutin.
(kaloborasi penguyuban sapu jagad dan satrio singo lodayah pada tanggal 11 januari 2026)
Sementara itu, pimpinan  Paguyuban Sapu Jagad  yang selalu di sapa lek tum mengungkapkan bahwa seni kuda lumping bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai filosofi dan spiritual yang menjadi bagian dari budaya Jawa. Oleh karena itu, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar seni tradisi tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
Dengan terselenggaranya pagelaran ini, warga berharap kolaborasi antar paguyuban seni dapat terus terjalin. Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya serta mempererat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

0 Komentar

© Copyright 2022 - Radar Kriminal