Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria melontarkan kritik keras terhadap bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI viral di media sosial dan menuai beragam reaksi warganet. Pria tersebut diduga merupakan warga terdampak bencana yang menyampaikan kekecewaannya secara terbuka terhadap bantuan yang diterima di lapangan.
Dalam video yang beredar luas, pria itu tampak berdiri di area terbuka dengan sejumlah truk bantuan terparkir di belakangnya. Ia menilai bantuan negara yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat pascabencana.
“Kalau cuma segini bantuan negara, bagusan bawak pulang ajalah,” ucap pria tersebut dengan nada kecewa, sebagaimana terekam dalam video.
Pernyataan itu memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai kritik tersebut mencerminkan keresahan nyata para penyintas bencana, sementara lainnya meminta masyarakat tetap menghargai upaya pemerintah dalam menyalurkan bantuan.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kementerian Sosial RI angkat bicara. Dalam keterangan resminya, Kemensos menyatakan memahami kekecewaan dan keresahan warga, terutama di tengah kondisi pascabencana yang masih berat.
Kemensos menjelaskan, bantuan yang terlihat dalam video tersebut merupakan bantuan tambahan, dengan total 24 truk bantuan senilai Rp9.043.880.481. Selain itu, hingga 17 Desember 2025, Kemensos telah menyalurkan berbagai bantuan untuk penanganan darurat banjir dan longsor di Provinsi Aceh.
Adapun rincian bantuan yang telah disalurkan meliputi:
Makanan siap saji: 13.700 paket
Family kit: 6.500 paket
Kasur: 5.645 lembar
Tenda gulung: 5.070 lembar
Tenda keluarga: 709 unit
Tenda pengungsi: 51 unit
Tenda induk: 10 unit
Lauk pauk: 2.970 paket
Kids ware: 2.952 paket
Selimut: 11.000 lembar
Makanan anak: 5.538 paket
Selain bantuan logistik, Kemensos juga mengoperasikan 21 dapur umum yang memproduksi 109.178 bungkus makanan per hari, didukung 191 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Pemerintah pusat juga telah menyalurkan 52 ton beras reguler untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Kemensos menegaskan bahwa penanganan bencana dilakukan secara terpadu bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta para relawan. Pemerintah menyatakan terus berupaya memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Kami menghargai setiap masukan sebagai bahan evaluasi bersama. Mari kita terus menjaga solidaritas demi membantu para penyintas,” demikian pernyataan Kemensos.
0 Komentar