Momen tak terduga terjadi saat Presiden Prabowo Subianto tiba di Kuala Lumpur Convention Centre (KLOCC) untuk menghadiri KTT ASEAN ke-47, Sabtu (26/10).
Radarkriminal.online
JAKARTA
Saat pembawa acara memanggil satu per satu kepala negara yang hadir, terdengar penyebutan nama yang keliru.
Alih-alih menyebut “Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto”, sang pembawa acara justru mengatakan:
“Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo.”
Prabowo yang baru turun dari mobil tetap tersenyum dan melangkah maju tanpa memperlihatkan ekspresi terganggu. Ia disambut hangat oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan keduanya tampak sempat berjabat tangan serta berbincang singkat sebelum masuk ke ruang utama acara.
Momen lucu ini pun terekam kamera media internasional dan langsung viral di media sosial, terutama di kalangan netizen Indonesia yang ramai membahasnya dengan berbagai reaksi — mulai dari yang menganggapnya lucu hingga yang menyoroti kelalaian protokol acara.
“Namanya juga reflek, mungkin udah 10 tahun kebiasaan nyebut Jokowi,” tulis salah satu komentar netizen di X.
“Prabowo senyum tipis, tapi dalam hati mungkin: ‘yaelah…’,” sindir warganet lain dengan emotikon tertawa.
Meski begitu, peristiwa kecil ini tak mengganggu jalannya acara.
Presiden Prabowo melanjutkan agenda padatnya di KTT ASEAN ke-47, termasuk menghadiri sejumlah pertemuan penting seperti:
KTT ASEAN Plus Three (dengan China, Jepang, dan Korea Selatan),
KTT Asia Timur ke-20,
KTT ASEAN–PBB, serta
KTT Peringatan ASEAN–Selandia Baru yang menandai 50 tahun kerja sama kedua pihak.
KTT ASEAN kali ini juga menjadi momentum bersejarah karena para pemimpin ASEAN akan mengukuhkan Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN.
Selain itu, beberapa agenda strategis turut dibahas, seperti pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai, respons ASEAN terhadap situasi di Gaza, dan kerja sama energi bersih serta ekonomi digital di kawasan.
Malaysia sebagai tuan rumah menjadwalkan 25 pertemuan penting selama rangkaian acara berlangsung, termasuk 14 pertemuan tingkat kepala negara dan 6 pertemuan tingkat menteri.
0 Komentar